Jakarta – Minggu, 8 Oktober 2017, komunikasi  grup Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia  (APGI) dikejutkan berita tewasnya pendaki di lereng Carstensz Pyramid. Tahun sebelumnya seorang pendaki berpengalaman yang bekerja di tambang di lereng Carstensz tewas. 

Kini Ahmad Hadi, pendaki berusia 34 tahun pun hilang nyawa. Hadi anggota Komunitas Pendaki Gunung Balad Soekarno (KPGBS). Almarhum juga pedagang daring peralatan alam bebas, Kathmandu Adventure. APGI kaget karena korban dikabarkan sebagai pemandu gunung dan anggota.  Namun diklarifikasi kalangan APGI bahwa almarhum sempat berencana ikut sertifikasi pemandu gunung tetapi batal karena ada kegiatan lain.

Ahmad Hadi diabadikan bersama Kepala Adat desa Piliana desa terakhir pada pendakian Binaya, Seram Maluku. Keduanya meninggal pada hari yang sama Minggu (8/10). (dok. Rahmat Sofyan)

Kematian korban menurut beberapa pemberitaan seperti Jakarta Post dan Indowarta karena hipoksia, kekurangan oksigen. Sumber berita disebutkan dari petugas evakuasi, bukan hasil otopsi. Demikian juga setahun yang lalu, kabar meninggalnya Erik Airlangga karena hipotermia, turunnya suhu inti tubuh.

Kedua korban telah melakukan pendakian ke Carstensz dan dalam perjalanan turun ketika menghembus nafas terakhir.  Pernah pula seorang pendaki dari Pramuka  Indonesia tewas saat turun di Denali, Amerika Serikat. Otopsi dilakukan pihak Amerika Serikat, karena dua kejadian pendaki yang sehat dan berhasil memuncak, kembali tewas dibawah seakan kelelahn. Hasil otopsi  pihak AS tidak terpublikasi luas karena memang rahasia. Demikian pula Ahmad  Hadi korban terakhir musibah di gunung.

Padahal perlu bagi dunia pendakian, dan pemandu gunung untuk mengetahui sebab musabab Kematian ini. APGI sendiri memiliki perhatian pada kejadian ini. Saat korban dikabarkan meninggal di lereng Carstensz, jenazah harus diturunkan ke Lembah Kuning agar mudah di evakuasi dengan helikopter, sarana paling efisien. Tim Emergency Respon Freeport Indonesia pun dikabarkan dikalangan APGI sudah siap sedia melakukan evakuasi manual. Menggotong jenazah turun.

Kebetulan di Lembah Kuning beberapa anggota APGI dari berbagai operator pendakian siaga. Enam diantara mereka diutus untuk membantu evakuasi korban. Aris Yanto, pemandu dan operator wisata pendakian gunung  Ndeso, ditunjuk rekan-rekannya untuk mengkordinasi. Tim anggota pemandu ini berhasil membantu turun jenazah ke Lembah Kuning.

Aris pun memanfaatkan telepon satelit yang merupakan kelengkapan dasar bagi pemanduan di daerah terpencil untuk mengabarkan keluarga korban. Mungkin kondisi ini yang menyebabkan di pemberitaan media, nama Aris dan kliennya pendaki perempuan Norwegia disebut-sebut sebagai rekan pendakian korban, Ahmad Hadi. Hal ini dibantah oleh Aris dengan tegas di forum APGI.

Prinsip utama dan menjadi kode etik bagi pemandu gunung Indonesia, khususnya anggota APGI adalah memberikan pengalaman pendakian dan menjaga keselamatan. Bisa dimengerti kejadian Ahmad Hadi ini menyiratkan perlunya APGI memberi tanggapan. Mari kita tunggu masukan dari para pemandu gunung, selain belangsungkawa mereka dan seluruh pendaki gunung Indonesia yang mendalam. (adiseno)

Foto Utama: Carstensz Pyramid(4.884m) gunung yang jadi idaman pendaki karena tertinggi di Australasia. Ketinggiannya membutuhkan penyesuaian tubuh para pendaki. (adiseno)

Similar Posts