wissemu ke denali

JAKARTA – Setelah keberhasilan tim Wanala Universitas Airlangga mencapai puncak Denali (6.190m) masih menanti pendaki Indonesia untuk menyambangi gunung tertinggi di Amerika Utara. Tim WISSEMU (The Women of Indonesia’s Seven SUmmits Expedition Mahitala Universitas Parahyangan) sudah berada di kaki Denali untuk mencoba menggapai puncak pada 1 Juli mendatang. Petualang lari ultra, Hendra Wijaya juga sudah menuju ke Denali untuk mencoba mencapai puncak.

Keberhasilan tim Wanala Unair pada 15 Juli lalu diiringi sengatan beku. Denali yang berada di lintang utara 630 sudah masuk kawasan lintang kutub. Suhu sangat dingin dengan angin yang menurunkan suhu lebih lagi. Menurut media Tempo yang mengutip pendaki perempuan Mahitala, suhu ekstrem Denali bisa capai minus 600 hingga minus 830 Celsius. Tentu saja ini juga menjadi tantangan bagi Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari, 23 tahun. Mereka juga harus menggendong dan menyeret beban hingga 40kilogram. Tantangan lain dari pendakian adalah banyaknya crevasse di sepanjang jalur pendakian hingga puncak yang meningkatkan risiko pendaki jatuh ke dalam retakan glassier tersebut.

Pendakian tim Wissemu telah dimulai sejak 18 Juni lalu. Sementara Hendra Wijaya (51), pada 20 Juni sudah meninggalkan Jakarta menuju Alaska, negara bagian di Amerika Serikat di mana Denali berada. Pendakian Hendra sendiri baru dimulai pada 28 Juni mendatang, 10 hari setelah tim Wissemu.

Menurut Hendra Wijaya kepada jpnn.com, rencana yang dibuat pemandu rute Denali yang akan start di kamp pada 2200m itu ditempuh dalam 22 hari. Namun tentu ini tergantung cuaca, dan bahkan Hendra sendiri menyatakan, “Saya akan melihat situasi dan kondisi kalau cuaca bagus, dan diizinkan oleh organizer saya akan bergerak lebih cepat dari 22 hari itu. Mohon doa semoga misi saya membawa Merah Putih ini akan berhasil.”  (ads/berbagai sumber)

Foto utama: Tim WISSEMU di Talkeetna, transit terakhir sebelum melanjutkan ke Denali Basecamp. (sumber: Instagram ina7summit)

Similar Posts