wissemu ke denali

JAKARTA – Tepat seperti rencana, 1 Juli 2017, pukul 19.40 waktu setempat, Fransiska Dimitri Inkiriwang dan Mathilda Dwi Lestari menjejakan kaki di puncak Denali (6.190m). Setelah 13 hari pendakian yang dimulai dari 19 Juni lalu, melampaui cuaca buruk, kedua pendaki dari The Women of Indonesia Seven Summits Expedition Mahitala Universitas Katolik Parahyangan (WISSEMU) mencapai puncak ke enam dari tujuh puncak tertinggi di tujuh benua. Tinggal Mount Everest (8.848m) gunung tertinggi di bumi dan di benua Asia.

Sebagaimana diberitakan harian Kompas pada 2 Juli lalu, yang mengutip Fransiska melalui telepon satelit, “Terima kasih atas doa semua teman teman di Indonesia. Mohon terus doanya. Ini semua kami persembahkan untuk persatuan Indonesia. Bhineka Tunggal Ika.” Selanjutnya diberitakan bahwa keduanya akan mendaki Everest pada musim pendakian 2018. Namun dituliskan lebih lanjut jika berhasil maka keduanya akan ‘jadi perempuan pertama yang mencapai tujuh puncak dunia.”

Menurut climbingthesevensummit.com sudah lebih dari 50 perempuan berhasil meraih seven summits. Pendakian yang termasuk Carstensz maupun Kosciusko, kontroversi puncak benua Australia atau Australasia pada definisi Seven Summits. Pendaki perempuan pertama Seven Summits adalah Junko Tabei (22/9/1939–20/10/2016) yang mencapai puncak terakhirnya Carstensz Pyramid bersama pemandu Agus Taman dan Ripto Mulyono dari Mapala UI pada 28 Juni 1992.  Perempuan Jepang ini yang juga pendaki perempuan pertama Everest pada 16 Mei 1975. (ads/berbagai sumber)

Similar Posts