DEPOK – Pemutaran film dan diskusi “Racing Extinction” berlangsung Kamis (3/3) di Auditorium gedung X FIB Universitas Indonesia. Pemutaran film hampir dua jam dan dilanjutkan diskusi. Peserta datang dari berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa hingga aktivis dari Bandung.

Melawan KepunahanWulan sebagai perwakilan Wildlife Conservation Society memaparkan tentang ancaman kepunahan yang terjadi di Indonesia. Hewan seperti Badak Sumatera jumlahnya kini hanya tersisa kurang dari 100 ekor yang berada di Way Kambas. Sementara Gajah jumlahnya kurang dari 1.000 ekor, dan Harimau tersisa kurang 600 ekor. Jumlah ini menurun drastis berdasarkan survey rutin yang dilakukan setiap lima tahun.

“Binatang mengalami kepunahan 10.000 kali lebih cepat. Kita perlu kehilangan apalagi untuk dapat bertindak?” Ujar Wulan, anggota Wildlife Conservation Society dalam sambutannya membuka acara ini.

Film ini diputar juga sebagai kampanye untuk berpacu melawan kepunahan yang semakin cepat. Caranya adalah memulai dari hal-hal kecil atau lebih dikenal dengan hashtag startwith1thing. Tokoh dalam film menunjukkan dengan cara memutarkan video spesies yang kondisinya semakin memprihatinkan dan betapa berharganya mereka, sehingga harus dijaga. Pemutaran video dilakukan di keramaian, lebih tepatnya menggunakan mega proyektor yang dipancarkan di gedung-gedung pencakar langit. Hal ini menarik perhatian khalayak, agar lebih banyak yang melihat dan mulai peduli.

Acara ini merupakan kerjasama antara Departemen Filsafat UI, Mahasiswa Pencinta Alam UI, dan Wildlife Conservation Society dalam rangka World Wildlife Day pada hari yang sama. Kampanye #startwith1thing menjadi tema utama dalam acara ini. Hal-hal lain yang dapat dilakukan untuk mendukung kampanye ini adalah melaporkan perdagangan satwa liar, tidak membeli satwa liar dan bagian tubuhnya, serta tidak mengkonsumsi produk yang menyebabkan deforestasi. (fir)

Similar Posts