freediving jakarta

JAKARTA – Olahraga selam jadi salah satu yang diangkat dalam talkshow IIOutfest 2017. Olahraga ini, khususnya freediving, kabarnya tengah naik daun.

Salah satu instruktur freediving di Jakarta, Mikhael  (28), menjelaskan bahwa freediving kian diminati karena menjadi alternatif bagi mereka yang gemar mengeksplorasi perairan tanpa perlu repot membawa alat-alat menyelam seperti tabung oksigen. “Kalau perjalanan scuba kita sudah harus bawa alat-alatnya sebelum berangkat (travelling), tapi kalau freediving kan tidak,” ujar Mikhael.

Seperti namanya, freediving tidak memanfaatkan alam menyelam seperti tabung oksigen, melainkan memanfaatkan pernapasan dan memaksimalkan gerakan tubuh penyelam. Freediving sangat memperhatikan kemampuan berenang penyelam, meskipun alat dasar seperti google dan fin tetap dikenakan.

Kemampuan menahan napas menjadi salah satu yang utama dalam freediving. Menurut Mikhael banyak orang yang sudah minder dulu sebelum mencoba freediving karena harus menahan napas sekian lama dalam air. “Padahal untuk bisa menahan napas selama dua menit itu mudah sebenarnya. Kita sudah bisa melakukan banyak kegiatan (dalam air) selama itu.”

“Saat kita mulai tahan napas, 1 menit oksigen di badan berkurang 1%. Semakin lama tahan napas semakin cepat berkurang oksigennya,” jelas Mikhael yang disapa Mike ini. Hal ini berdasarkan percobaan yang dilakukan pria berusia 28 tahun ini bersama murid-murid free diving-nya dalam @apneaculture.

Bagaimana jika ingin belajar free dive tapi belum memiliki alat? Mike menyarankan agar tidak terburu membeli berbagai perlengkapan selam. “Belajar dulu, coba dulu, kalau memang suka baru lengkapi alat-alatnya.” (uli)

Similar Posts