Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) kembali mendapatkan keluarga baru pada 17 November. Kali ini Kukang (Nycticebus Javanicus) diserahkan Susi Sundari, warga Kampung Pacet, Desa Cipendawa, Kabupaten Cianjur dalam keadaan hidup.

Tahun ini, tercatat 4 satwa liar dikembalikan oleh masyarakat sekitar pada pihak Balai Besar TNGGP. Pada tanggal 19 Mei, Elang Jawa (Nisaetus Bartelsi) dikembalikan dalam keadaan hidup oleh Yusuf Muhammad, warga asal Kampung Geger Bentang, Desa Ciloto.

kukang adalah jenis satwa yang dilindungi oleh Undang-Undang

Pada 8 September, giliran Ular Sanca Kembang (Python Reticulatus) yang datang Bersama Andi Muhammad Samawi dari Kampung Cimacan.Selanjutnya adalah penyerahan seekor kijang (Muntiacus Muntjac), kancil (Tragulus Javanicus), serta seekor ular sanca kembang  (Python Reticulatus) oleh H.M Sadar, warga Kp. Pondok Tisuk, Desa Balekambang. Penyerahan ini diterima oleh Kepala Bidang PTN Wilayah II Sukabumi pada 24 Oktober 2017.

Selanjutnya, satwa tersebut diserahkan ke balai besar KSDA Jawa Barat untuk ditangani lebih lanjut Bersama Lembaga Konservasi Satwa.

Balai Besar TNGGP sangat mengapresiasi tindakan sukarela yang dilakukan masyarakat sekitar ini, yang membahagiakan, tentu bukan hanya karena bertambahnya satwa liar sebagai bentuk kegiatan perlindungan dan pengamanan hutan di kawasan TNGGP, tapi juga membuktikan bahwa terdapat peningkatan kesadaran masyarakat untuk menyerahkan satwa liar yang terancam kepunahannya pasca sosialisasi mengenai perburuan liar di kawasan TNGGP. (sho)

 

foto utama : Penyerahan Kukang (Nycticebus Javanicus) dalam keadaan hidup kepada pihak TNGGP (dok.TNGGP)

Similar Posts