lomba boulder kopassus

JAKARTA – Lomba Panjat Tebing Kopassus diakhiri dengan final lead putra dan seluruh babak speed classic.

Pada disiplin lead atlet pusat latihan nasional panjat tebing tidak tampil, namun di nomor speed classic mereka berjaya. Toni Mamiri berhasil mengalahkan atlet Syahbudin dari Jawa Barat untuk memperebutkan emas dan perak speed classic. Sementara konco lawas dari Jawa Timur yang selama ini malang melintang di dunia speed climbing, Galar Pandu Asmara dan Abudzar Julianto pemanjat Jawa Timur memperebutkan perunggu dengan Galar unggul karena Abudzar terjatuh.

Pada kategori disiplin speed classic putri atlet yang menduduki peringkat teratas atlet pelatnas. Raijah Salsabila dari  Banten, dan peraih perak Farina  Handayani dari Bangka Belitung atlet pelatnas. Sedangkan peraih perunggu Aries Susanti dari Jawa Tengah adalah kuda hitam dari sudut pandang pelatnas, atau calon pengganti jika dilaksanakan sistim upgrade dan downgrade sebagaimana lazimnya.

Namun pada disiplin lead  atlet pelatnas tidak jaya. Mungkin karena target Prima dalam panjat tebing Asian Games Indonesia akan meraih dari disiplin speed. Prima adalah kalkulator prestasi olahraga nasional, di mana pakar-pakar olahraga memonitor dan mendukung pencapaian prestasi dalam multi event.

lomba boulder kopassus
Komandan Jendral  Kopassus Mayjen. TNI Madsuni setelah penyerahan hadiah pada nomor bergengsi lead putra bersama (kiri ke kanan) Bim Sigrid juara dua, M Marsudi juara pertama dan Yohannes Angel Rossy Que juara ketiga. (adiseno)

Lead putri di raih Kharisma Ragil Rakasiwi, disusul Nur Alvita Rahma dan Choirul Umi. Ketiganya tidak masuk dalam daftar panggilan perdana ke Pelatnas. Juga pada lead putra. Demikian juga pada lead putra. Juara satu sampai tiga,  M Marsudi, Bim Sigrid dan Yohannes Angel Rossy Que tidak masuk di daftar perdana pelatnas. Baru peraih peringkat empat Rindi Supriyanto dari Jawa Timur yang anggota Pelatnas.

Tim Pelatnas sendiri baru akan masuk untuk technical meeting di Jogyakarta pada 30 Maret mendatang. Perubahan bisa saja terjadi pada susunan tim pelatnas. Apalagi jika hasil kejuaraan Kopassus menjadi indikator.

Lomba dalam rangka ulang tahun ke-65 Komando Pasukan Khusus Tentara Nasional Indonesia. Lomba ditutup oleh Komanda Jendral Kopassus Mayjen TNI Madsuni. Danjen Kopassus menyempatkan diri untuk menyaksikan final speed classic.  Pada penutupan Danjen Kopassus mengejutkan para atlet dengan memberikan bonus dana pembinaan kepada seluruh peraih medali. Selain itu jumlah hadiah antara atlet putra dan putri sama menunjukan hadirnya gender equality di dunia pasukan khusus yang didominasi laki-laki. (adiseno)

Foto utama: Saat kemenangan Toni Mamiri (kiri) ketika ia berhasil mengungguli Syahbudin dengan menyalakan lampu indikator terlebih dahulu. (adiseno)

Similar Posts