BOGOR – Pemandu gunung dari Lampung, Jambi, Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta, Banten, dan Sulawesi Utara berjumlah 40orang mengadakan Musyawarah Nasional pertama. Berlangsung  di Gunung Geulis Camp Site, di Ciawi Bogor pada 30-31 Maret 2016. Setelah melalui pembahasan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga pada Kamis malam (30/3) dilanjutkan pemilihan pengurus, Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia sah berdiri.

Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia (APGI) atau Indonesian Mountain Guide Association, diketuai Ronie Ibrahim, anggota klub pencinta alam Universitas Trisakti, Aranyacala. Ronie dipilih secara aklamasi beserta jajaran pengurus, Sekertaris Jendral Rahman, Bidang Teknis Steven Liwe, dan Bidang Organisasi Bima Saskuandra, dan bendahara Cecilia Vita.

Asosiasi profesi ini bertujuan profesi pemandu pendakian gunung menjadi profesional dengan standar kompetensi internasional. Langkah awal Ronie Ibrahim dalam mengemban organisasi adalah menjaring anggota. Sementara Steven Liwe yang juga dikenal sebagai operator pendakian Carstensz Pyramid (4.884meter), ditugaskan membuat Materi Uji Kompetensi, Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia  untuk Pemandu Pendakian Gunung.

APGI
Para peserta Musyawarah Nasional Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia berpose setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai di Gunung Geulis Camp Site, Ciawi , Bogor pada 31 Maret 2016. (dok. APGI)

 

Bagi para pemandu gunung yang berminat untuk bergabung dapat mengunduh formulir anggota melalui kontak ke mountainguide.indonesia@gmail.com. (ads)

Foto utama: Sidang Musyarawah Nasional Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia dipimpin oleh Vicky Gozal dan Rahman, serta Rustandi selaku Sekertaris Sidang. (dok. APGI)

Similar Posts