Dieluk-elukkan sebagai negara atap dunia, ada yang menyebutnya pemilik pegunungan Himalaya, mencangkup 8 dari 10 gunung tertinggi di dunia, Nepal. Puncak tertingginya adalah Mount Everest, kemudian Kanchenjunga (tertinggi ketiga), Mount Lhotse, Mount Makalu, Mount Cho Oyu (keempat, kelima, dan keenam yang berbatasan dengan Tibet), Mount Dhaulagiri I, Mount Manaslu dan Mount Annapurna (ketujuh, kedelapan dan kesepuluh). Nepal menyandang status sebagai salah satu tempat terbaik di dunia untuk pendakian gunung.

Nepal berada di wilayah pegunungan Himalaya, berbatasan dengan China (Tibet), dan India. Negeri mungil dengan panjang 650 km dan lebar 200 km, memiliki luas wilayah 147.181 km². Untuk negara yang dikategorikan kecil, Nepal memiliki kekayaan geografis tinggi. Wilayah Nepal naik dari serendah 59 meter (194 ft) di Terai (dataran rendah) yang tropis—pinggiran utara Dataran Gangetic, melewati batas salju abadi sampai 90 puncak di atas ketinggian 7.000 meter (22.966 ft).

Nepal memiliki destinasi wisata pendakian gunung bagi para adrenaline seeker. Gunung Everest sebagai pemegang status gunung tertinggi di Dunia ada di dalamnya. Pegunungannya hadir tidak hanya bagi mereka pecinta gunung ekstrim. Nepal menawarkan beberapa destinasi pendakian terbaik yang bisa dinikmati.

  1. Everest

Siapa yang tak tahu? Memegang predikat sebagai gunung tertinggi di dunia membuat nama Everest begitu popular di kalangan dunia. Gunung ini mempunyai ketinggian sekitar 8.850m. Edmund Hillary dan Tenzing Norgay berhasil membuat sejarah baru dengan menaklukan gunung ini pada tahun 1953 silam.

Gunung Everest terletak di banjaran gunung Himalaya. Lokasinya berada di antara Nepal dan Tibet. Di Nepal gunung tersebut dikenali sebagai Sagarmatha yang berarti “dahi Langit”, sedangkan di Tibet memilik sebutan Chomolangma atau Qomolangma yang berarti “ibu alam”.

Everest adalah gunung yang banyak diminati. Pada tahun 2012, pendaki asal Jerman yaitu Ralf Dujmovits berhasil mengambil gambar yang memperlihatkan pengunjung Everest mengantri menuju puncak. Meski kerap kali memakan korban jiwa, gunung ini tetap sesak oleh pengunjung.

Orang Indonesia yang pertama kali mendaki Everest adalah Serka Asmujiono seorang anggota TNI Kopassus pada April 1997. sempat ada klaim bahwa Clara Sumarwati berhasil mencapai puncak Everest pada 1996, namun hal tersebut masih menjadi kontroversi karena clara tak  bisa membuktikan perjalanannya.

Antrian menuju puncak Everest (dok. Ralf Dujmovit 2012)
  1. Pumori

Dianggap sebagai gunung paling menyenangkan untuk didaki diantara gunung ekstrim lainnya di Nepal. Pumori, yang berarti “kimpoi Putri” dalam bahasa Sherpa, dinamai oleh George Mallory. Pendaki kadang-kadang menilai Pumori sebagai “Everest’s Daughter”. Gunung ini memiliki ketinggian 7161m.

Pumori pertama kali didaki pada tahun 1962 oleh Gerhard Lenser dari Jerman – Swiss Expedition. Daru Jaya Mukti (16), pelajar SMAN 5 Bandar Lampung merupakan siswa satu-satunya di Indonesia yang pernah mengapai puncak Gunung Pumori.  Perjalanan mencapai puncak Pumori merupakan perjalanan Panjang dimana pendaki akan melewati pedesaan khas Himalayan.  Pumori memiliki puncak yang sangat populer dan memiliki rute pendakian yang mudah, namun resiko longsoran salju tetap harus di waspadai.

  1. Ama Dablam

Puncaknya menjulang seolah ingin meraih langit, ketinggian 6856m ini menyihir siapapun yang melihat pesona keindahannya. Ama Dablam memiliki arti ‘kalung ibu’, punggung bukit memanjang pada setiap sisinya menyerupai tangan dari seorang ibu (Ama) yang melindungi anaknya, dan gletser yang menggantung dianggap sebagai ‘Dablam’ yaitu kalung yang sering dipakai oleh wanita Sherpa, menggambarkan bentuk es abadi yang menggantung di puncaknya atau biasanya disebut hanging glacie.

Di tahun 1961, Sir Edmund Hilarry bersama kelompok ekspedisi dari New Zealand, UK, dan USA mulai mendaki pegunungan ini. Pendaki asal Indonesia dari tim Himpala Unas, Alvin Egie, berhasil mencapai puncak Ama Dablam pada 2012.

Predikat awal Unclimbable atau tidak mungkin didaki pun akhirnya berubah menjadi Fantastically Difficult atau pendakian dengan kesulitan yang fantastis. Tim Ekspedisi tersebut berhasil membuka jalur pendakian South West Ridge atau Penggungan Barat Daya. Saking tertariknya pada gunung ini, seorang pendaki asal Amerika pernah menjulukinya sebagai “A near perfect Climb on a near perfect mountain.” Waktu terbaik untuk melihat keindahan gunung ini adalah dibulan April hingga Mei, dan September hingga Oktober.

  1. Baruntse

Gunung ini pertama kali didaki pada 30 Mei 1954 melalui rabung selatan oleh Colin Todd dan Geoff Harrow dari ekspedisi New Zealand yang diketuai oleh Sir Edmund Hillary. Ketinggian Baruntse 7220m sebagai gunung tertinggi ke-51 di dunia. Gunung ini dikenal karena gletser yang menyerupai mahkota yang diberi nama gletser Barun.

Meski indah, gunung Baruntse termasuk gunung dengan kategori cukup ekstrim. Pada tahun 2010 longsoran salju telah membuat perjalanan Chhewang Nima yang sedang berusaha mendaki puncak Gunung Baruntse berakhir.

Dari Indonesia, belum ada yang mendaki gunung Baruntse. Meskipun trek gunung ini tidak terlalu sulit, namun waspada terhadap longsoran salju yang bisa terjadi kapan saja.

  1. Makalu

Gunung ini masuk dalam kategori salah satu gunung yang sulit di daki di Nepal. Letaknya hampir 14 mil dari gunung Everest di bagian timur. Gunung ini terkenal karena pitches curam dan punggung pisau bermata yang benar-benar terbuka.

Makalu pertama kali berhasil didaki pada tanggal 15 Mei 1955 oleh Lionel Terray dan Jean Couzy dari ekspedisi Perancis yang dipimpin oleh Jean Franco. Franco, G. Magnone dan Sardar Gyaltsen Norbu summitted keesokan harinya, diikuti oleh Bouvier, S. Coupe, Leroux dan A. Vialatte pada tanggal 17. Dari Indonesia, belum ada tim yang berhasil mencapai puncak Makalu.

Makalu memiliki ketinggian 8463m, Makalu memiliki dua puncak terkenal. Puncak utama yang berketinggian 8485 km, dan Kangchungtse, atau Makalu II dengan ketinggian 7678 m yang terletak sekitar 3 km (2 mil) utara-barat laut dari puncak utama. Gunung ini juga terkenal karena memiliki bentuk yang unik menyerupai paramida empat sisi dan terletak di 19 km tenggara gunung Everest. (sho)

foto utama : Gunung everest (dok. news.nationalgeographic.com)

 

Similar Posts