Jakarta – “Aku mencintaimu. Tidurlah dengan tenang, kekasihku. Jangan terlalu khawatir.” Begitu kira-kira isi pesan yang disampaikan Rob Hall pada istrinya, 12 Mei 1996, menggunakan telepon satelit.

Saat itu ia dan delapan pendaki gunung lainnya tengah menjejaki gunung Everest, sebelum akhirnya pendaki asal Selandia Baru itu meninggal. Cuaca memburuk menyebabkan badai datang dan menjebak Hall bersama klien-nya di ketinggian 8.686 meter.

Guna mengenang pemandu pendaki yang juga mengembangkan pemanduan di Carstensz Pyramid, Indonesia, outdoorcafeindonesia mewawancarai Ripto Mulyono, pemandu pendaki Indonesia yang pernah bekerjasama dengan almarhum Rob Hall.

Caroline Face Climb.
Pendakian sisi Caroline di Mount Cook yang juga dikenal dengan nama Aoraki. Sisi ini merupakan bagian paling akhir yang didaki di Mount Cook karena sulitnya. Rob Hall melakukannya pada musim dingin.

Robert Edwin Hall lahir di Christchurch, South Island, Selandia Baru pada tahun 1961. Hall  luar biasa sejak muda. Ia membuat  prototipenya sendiri ransel, tenda dan pakaian luar, dan pada usia 17 tahun sudah menjadi perancang dan bertanggungjawab atas perusahaan.

Hall juga mengasah ketrampilan mendaki dan pada tahun 1980, saat usia 19 tahun, dia mencapai puncaknya di Himalaya, Ama Dablam 6.856 meter di Sola Khumbu – wilayah kaum Sherpa di Nepal. Tahun berikutnya ia mendaki puncak Himalaya lainnya, Numbur (6.954 meter).

Hall benar-benar membuat takjub dimana ia melakukan pendakian musim dingin pertama, bersama Steve Lassher, di Caroline Face, Mt Cook. Ketinggian yang tidak terlalu ekstrim tapi memiliki tegak sulit.

Selama tiga tahun Hall menggabungkan karya manufaktur gear-nya dengan kegiatan sebagai pemandu dan pemimpin tim penyelamat untuk New Zealand Antarctic Research Programme.

Pada 1987 ia kembali ke Himalaya, berniat mendaki puncak yang paling tinggi. Ia melakukan beberapa percobaan pada Annapurna, K2 dan Everest, terutama dengan rekan pendakiannya yang lebih tua, Gary Ball – sebelum mereka berdua berhasil mencapai kesuksesan di Everest pada tahun 1990. Mereka mencapai puncak dengan putra Sir Edmund Hillary, Peter Hillary, yang menyiarkan di radio langsung dari puncak dunia.

Rob Hall di cintai koleganya. 1987, ketika seorang pemanjat Polandia terdampar di puncak Everest setelah mengalami kecelakaan longsor, Hall and Ball berinisiatif untuk menyewa sebuah truk di Kathmandu, melintasi Himalaya ke Tibet dan menyelamatkannya.

Rob adalah pemilik Adventure Consultant, biro jasa Adventure dari Selandia Baru. ia pernah melakukan perjalanan menuju Cartensz bersama Ripto Mulyono, pemandu gunung dari Adventure Trekmate.

“Kebetulan saya yang mengantar Rob Hall dengan rombongannya kurang lebih 13 orang, sebagian besar dari klien Rob yang ikut ke puncak Everest pada 2014, seperti Yasuko Namba, Beck Weather, Douglas Mantle, dll.” jelas Ripto.

Kantor Ripto memiliki klien dengan job pendakian ke Carstensz, ia diminta sebagai tour leader. kedekatan antara Ripto dan Rob bermula ketika keduanya sukses melakukan pendakian selama beberapa kali.Ripto sempat direkomendasikan untuk menjadi guide lokal Adventure Consultant cabang Indonesia, namun ditolak karena masih terikat kontrak dengan Trekmate.Tragedi Everest 1996, berita itu sampai kala Ripto tengah melakukan persiapan latihan untuk keberangkatan menuju Everest Bersama tim Kopasus.  

Kondisi terkena frostbite dan tidak adanya makanan memperburuk keadaan. Badai belum berhenti, saat oksigen mulai menipis namun shelter masih belum ditemukan. Kondisi rekannya Lanson memburuk, namun Hall tetap memutuskan untuk tinggal.

Sebelum ia benar-benar sendiri, Jan Arnold, istrinya yang tengah mengandung tujuh  bulan, dihubungi untuk menyemangati perpisahan mereka.

“Rob Hall penuh ambisi, pendaki top tidak membuat ia menolak saran yang masuk dari siapapun. Bagi Rob, klien adalah raja. Cara ia memberikan pelayanan terhadap klien adalah sesuatu yang menjadi ciri khasnya.” Kenang Ripto.

Fakta bahwa dia meninggal saat mencoba menyelamatkan klien yang kelelahan memastikan statusnya sebagai pemimpin ekspedisi Himalaya komersial yang paling dihormati di dunia. Jasamu terkenang, Hall.  (Azhari Shofiya)

foto utama : Rob Hall dan istrinya Jan Arnold (dok. Toptenz)

 

Similar Posts