Magelang – Pergantian tahun menjadi momen yang dinanti-nanti bagi sebagian orang. Tempat wisata padat dikunjungi untuk merayakan hari baru di tahun yang baru. Tak terkecuali gunung. Merayakan pergantian tahun di gunung menjadi kegiatan yang cukup banyak peminatnya. Pendaki berbondong-bondong menggendong ransel-nya menuju gunung favorit. Tingginya minat pendaki gunung saat pergantian tahun, membuat sebagian orang menunda keinginan mendaki dengan alasan ramai dan padatnya kondisi gunung.

Hal itu juga yang sempat membuat saya mengurungkan niat untuk mendaki gunung. Tak ada tujuan khusus, rencana mendaki gunung pun tidak sengaja jatuh pada tanggal 31 Desember. Sempat khawatir akan ramainya jalur, mengingat tujuan saya mendaki gunung adalah untuk refreshing sambil mencari ketenangan.

Gunung Sumbing via Kaliangkrik, Dusun Butuh pun jatuh sebagai pilihan jalur pendakian kali ini. Menurut informasi yang didapatkan, jalur ini cukup cepat dibanding jalur lainnya. Trek-nya pun berupa anak tangga yang tersusun dari bebatuan dan tanah. Namun yang membuat saya tertarik adalah pemandangan alam yang ditawarkan. Meski tidak sepopuler jalur Garung, jalur ini memiliki pemandangan terbuka berupa bukit-bukit yang indah panoramanya.  

Transportasi menuju basecamp tidak terlalu sulit. Dari terminal Magelang, bisa dilanjut dengan minibus jurusan Kaliangkrik dengan ongkos Rp.10.000 dan turun di Pasar Kaliangkrik. Dari pasar tersebut, bisa dilanjutkan menggunakan jasa ojek sampai basecamp dengan biaya Rp. 25.000. harga tersebut sangat sesuai dengan perjalanan yang cukup jauh dan jalur yang naik turun.

Normalnya, pendakian via Dusun Butuh ini memakan waktu 7-8 jam. Pemandangan dari basecamp sampai pos 1 berupa ladang warga yang terhampar luas. Menuju pos 2, mulai masuk hutan dan dilanjut menuju pos 3 berupa lahan terbuka yang melipir bukit. Menuju pos 4, pemandangan semakin indah. Perkotaan terlihat jelas dengan petak-petak ladang yang rapih terhampar.

Gunung Sumbing via Dusun Butuh memiliki dua  puncak yang umum jadi tujuan. Puncak pertama adalah Puncak Selo, 50 meter di depannya, ada puncak Sejati yang lebih tinggi. Namun harus hati-hati. Kedua puncak ini terdiri dari bebatuan besar yang langsung berhadapan dengan jurang yang cukup dalam.

Meski tahun baru, tak banyak orang yang mendaki gunung Sumbing lewat jalur ini. Kami hanya sesekali berpapasan dengan pendaki. Bahkan saat berada di puncak, saya tak bertemu pendaki lain. Pas sekali memilih jalur ini untuk melepas penat tanpa terganggu oleh keramaian orang yang ingin menikmati pergantian tahun di gunung.  (shofiya)

 

Pemandangan kota Magelang dari basecamp menuju pos 1
Pemandangan kawah Sumbing dari Puncak Sejati Sumbing
Similar Posts