sejarah pendakian elbrus

JAKARTA – Bulan Agustus ini lebih dari 30 pendaki asal Indonesia berangkat ke Elbrus (5.642m). Gunung ini tertinggi di benua Eropa. Waktu pendakian musim panas,artinya ya Agustus. Lebih tinggi dari Carstensz Pyramid (4.884m),entry point untuk menjajal Seven Summits lainnya yang diatas ketinggian Elbrus. Kilimanjaro (5.895m), Aconcagua (6.961m), Denali  (6.194m) dan Everest (8.848m), kecuali Vinson Massif (4.892m) yang lebih sulit dan lebih mahal karena full salju dan es di Kutub Selatan.

Banyak yang mencanangkan untuk mendaki saat Kemerdekaan Republik Indonesia. Menyanyikan Indonesia Raya di puncak tertinggi sambil meninggikan Merah Putih karena begitulah adatnya pendaki ketika mencapai puncak. Kibarkan bendera nasional, tidak peduli berada di negara siapa.

Agustus bagi Rusia punya arti yang sama besarnya. Ketika Perang Dunia II, Nazi Jerman menyerbu pegunungan Kaukasus untuk mencapai kawasan ladang minyak di kawasan Asia Tengah dibawah Sovyet masa itu. Operasi Jerman disebut Edelweis, mengambil bunga penghormatan pendaki. Perang berawal dari 1941 dan salah satu tanda keberhasilan Jerman ketika 21 Agustus 1942 mereka mengibarkan bendera Swastika di puncak Elbrus.

Dalam pendakian ke Elbrus pendaki melewati beberapa monumen. Peringatan pada tentara Soviet yang gugur merebut kembali lereng Elbrus. Posisi pasukan Jerman di kawasan Diesel Hut yang sekarang tersisa rongsokan karena terbakar kecelakaan masak dalam pendakian.  Pondok pendakian yang termasuk tertinggi di Eropa karena berada pada 4.160meter dulunya disebut Priut 11.

sejarah pendakian elbrus
Tugu peringatan tentara Merah Uni Sovyet yang dipertahankan Rusia karena banyaknya korban saat upaya merebut Priut 11 atau sekarang dikenal dengan Diesel Hut pada ketinggian 4.160meter.

Satu tugu dengan bintang merah mewakili para korban yang berusaha menyeberang ke Priut 11 untuk merebutnya. Bahkan tulang belulang korban Perang Dunia II dikabarkan masih ditemukan ketika menyingkap salju dan bebatuan untuk membuat tenda. Ini setelah70tahun berakhirnya perang.

Sejarah Elbrus memang terkait dengan posisi Pegunungan Kaukasus. Gunung ini membatasi Khilafah Utsmaniah (Kesultanan Ottoman) dengan Tsar Russia. Dua Kerajaan yang bertetangga dengan tegang hingga sekarang. Rusia berusaha menjadikan Kaukasus benteng. Berbagai ekspedisi militer dilancarkan dan pada 1829 ekspedisi ilmiah militer Rusia dibawah  Jendral Emmanuel,  menempatkan Khillar Khachirov pada 10 Juli di puncak kedua Elbrus. Puncak tertinggi, didaki 1874 oleh tim Inggris dibawah pimpinan F. Crauford Grove beranggotakan Frederick Gardner, Horace Walker, dan pemandu Swiss dari Valais , Peter Knubel.

Semoga para pendaki Indonesia berhasil melaksanakan niatnya. Sudah banyak yang mendahului untuk mengibarkan bendera masing-masing. Niat yang kadang kala melalui jalan darah. (adiseno)

Foto utama: Pendakian puncak Elbrus oleh tentara Nazi Jerman pada 21 Agustus 1942 menandakan keberhasilan mereka merebut kawasan Pegunungan Kaukasus, pintu menuju ladang minyak bumi Asia Tengah.

Similar Posts