Jakarta – 28 Oktober tanggal bersejarah bagi Indonesia. Janji diikrarkan pemuda  untuk satu tanah air satu bangsa dan satu bahasa Indonesia. Hal ini memantik semangat para pemuda untuk terus memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.

Lalu sebagai pemuda yang hidup pada  zaman yang berbeda, apa yang dapat kita lakukan untuk ikut membuktikan rasa cinta terhadap tanah air?

Peringatan Sumpah Pemuda, banyak diisi kegiatan yang dimaknai sebagai bentuk cinta tanah air, salah satunya pembacaan ikrar Sumpah Pemuda di atas gunung. Kegiatan ini menjadi salah satu kegiatan favorit oleh banyak kalangan di Indonesia, tentu saja, yang mendominasi adalah mereka yang masih berstatus sebagai pemuda.

Begitulah kegiatan Top Ranger And Mountain Pathfinder (TRAMP) dalam kegiatan Program Zero Plastik Gunung Gede Pangrango melalui Pendakian Sumpah Pemuda yang dilakukan di kawasan Taman Nasional Gunung Gede, Pangrango, Jawa Barat, pada 28-29 Oktober 2017.

Acara tahunan ini melibatkan hampir 200 peserta. Terdiri dari berbagai kalangan, mulai dari siswa sekolah, paruh baya, maupun umur yang sudah menginjak kepala lima. Rangkaian kegiatan berupa upacara pelepasan di kantor TNGGP diikuti juga Korps Marinir, untuk pendakian melalui jalur Cibodas.

Pembacaan Sumpah Pemuda di Puncak Gunung Pangrango dan diikuti dengan khidmat.  Peringatan ini dianggap berkorelasi dengan peran pemuda dalam menjaga kelestarian alam, khususnya gunung.

 

Peserta sedang memunguti sampah di jalur Gunung Gede Pangrango (dok. panitia TRAMP)

“Karena sekarang pemuda yang berbicara, kalau kita mengharapkan yang tua-tua mau sampai kapan? Karenanya kita harus semuda mungkin untuk menyadari pentingnya menjaga kebersihan gunung.” ungkap Shintia, salah seorang anggota TRAMP.

Pengangkatan tema Zero plastik ini  dipilih karena semakin maraknya orang yang melakukan pendakian gunung. Akibatnya jumlah sampah plastik meningkat drastis. Pada bulan Agustus kemarin, operasi bersih gunung Balai besar TNGGP menghasilkan sampah hampir satu ton.

Uniknya, selain melakukan aksi pemungutan sampah, aksi zero waste ini juga dibarengi oleh kegiatan pemininalisiran penggunaan plastik dalam melakukan packing. Barang-barang yang biasanya dibungkus menggunakan plastik, ditempatkan di wadah yang dapat digunakan kembali. Hal ini ditujukan agar konsep zero waste tertanam dalam diri peserta.

Selain itu, diharapkan agar penerapan program zero waste ini tidak hanya berdampak sekali saja, namun berkelanjutan dan bisa diterapkan ditempat lain.

‘Peserta terlihat excited dengan kegiatan ini, harapannya setelah diadakan acara ini lebih meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan gunung-gunung di indonesia.’ lanjut Shintia lagi.

Tindak lanjut dari kegiatan ini adalah pemantauan tiap tahunnya yang dilakukan oleh TRAMP dan rencananya, Kegiatan zero waste ini di canangkan akan menjadi program lanjutan oleh pihak TNGGP.

Seperti yang pernah dikatakan oleh Soe Hoek Gie. “Dan mencintai tanah air Indonesia dapat ditumbuhkan dengan mengenal Indonesia bersama rakyatnya dari dekat. Pertumbuhan jiwa yang sehat dari pemuda harus berarti pula pertumbuhan fisik yang sehat. Karena itulah kami naik gunung”(sho)

FOTO UTAMA : Upacara peringatan hari sumpah pemuda sekaligus kegiatan bersih gunung dilakukan di Gunung Gede Pangrango bersama komunitas Top Ranger And Mountain Pathfinder (TRAMP) tanggal 28-29 Oktober.

Similar Posts