diving

JAKARTA – Bayangkan ketika kita melihat keindahan aquarium air laut dengan keindahan ikan nemo, ikan singa (lion fish), serta biota indah lainnya. Pemandangan bawah laut Indonesia sungguh luar biasa indahnya.

Mungkin banyak orang perpendapat atau khawatir atau takut untuk memulai menyelam. Jika menyelam udara yang kita miliki sebatas isi udara dalam tabung selam yang kita bawa? Ada alat monitor isi tabung untuk mengetahui berapa sisa udara yang kita miliki. Takut hiu, takut biota buas, takut ular laut… Padahal biota laut umumnya bersifat defensif, bukan agresif. Selama tidak terganggu, maka biota tersebut tidak akan menyerang. Bermacam kekhawatiran tersebut nantinya akan kita ketahui betul cara penangannya setelah mengikuti pendidikan dan pelatihan selam.

Kondisi sehat jasmani dan rohani adalah persyaratan mutlak yang harus di penuhi untuk mengikuti pedidikan dan pelatihan selam. Semua kegiatan alam bebas mempunyai resiko, bahkan sampai dengan kematian. Tidak seperti kebanyakan kegiatan alam bebas dimana potensi bahayanya lebih banyak yang terlihat (kasat mata), potensi bahaya menyelam justru lebih banyak yang tidak terlihat (tidak kasat mata). Dalam kegiatan menyelam kita akan menghadapi apa yang dinamakan tekanan. Tekanan ini akan berpengaruh terhadap organ dalam serta jaringan dalam tubuh manusia dan ini adalah merupakan kekhawatiran terbesar untuk menggeluti kegiatan menyelam. Namun, itu merupakan salah persepsi yang dialami kebanyakan orang.

Dive Safety Through Education. Buat kami di komunitas selam, kalimat tersebut bukanlah sekedar motto, tapi juga merupakan pedoman dalam memberikan pendidikan dan pelatihan selam.

Liquid Dive Center , http;//liquiddive.org/ adalah brand komunitas kami yang beralamat di Jalan Intan Ujung No.11 (belakang sekolah High Scope TB. Simatupang ),Jakarta Selatan. Kepala sekolah kami adalah Joseph Ganis T.F, NAUI#55104. Untuk menghubungi, dapat dilakukan melalui info@liquiddive.org atau melalui 081212662229 (Ganis).

Similar Posts