ekspedisi gua hatusaka

Jakarta – Pernah terbayang bagaimana rasanya menikmati keindahan di antara kegelapan? Untuk kamu yang ingin menikmati perjalanan yang menantang dengan cara yang baru, bergiat di gua dapat dipilih sebagai destinasi perjalananmu berikutnya.

Gua adalah bentukan lorong, sumuran, ruangan yang ada didalam tanah. Menurut  IUS (International Union of Speleology) berkedudukan di Wina, Australia, gua adalah sebuah ruang di bawah tanah yang bisa dimasuki oleh manusia.

Di Indonesia, belum banyak ahli yang membahas mengenai ilmu Speleology. Ilmu Speleology baru berkembang di Indonesia berkisar pada tahun 1980, dengan berdirinya sebuah club yang bernama SPECAVINA yang didirikan oleh Norman Edwin (alm) dan RKT. Ko. Namun karena adanya perbedaan prinsip,  Norman Edwin (alm) mendirikan club yang bernama GARBA BUMI, yaitu sekelompok penelusur gua yang berkiblat ke petualangan dan olah raga, sedangkan RKT.Ko mendirikan HIKESPI (Himpunan Kegiatan Speleologi Indonesia) yaitu kelompok penelusur gua yang berkiblat pada penelitian ilmiah dan konservasi.

Penurunan gua vertikal menggunakan teknik descending di gua Cidomba, Leuwikaret. (dok. Tamara)

HIKESPI mendapat pengakuan Internasional dengan terdaftar di UIS (Union Internationale de Speleologie – anggota Kelompok F UNESCO) dengan nama FINSPAC (Federation of Indonesian Speleological Activities). Dari Pemerintah RI, HIKESPI terdaftar di LIPI sebagai organisasi afiliasi profesi ilmiah sebagai satu-satunya organisasi yang mewadahi semua kegiatan Speleology di Indonesia secara resmi.

Speleology adalah Ilmu yang mempelajari tentang gua dan lingkungannya. Sedangkan caving adalah aktivitas penelusuran gua tanpa merujuk tujuannya dalam memasuki gua. Ilmu mengenai Speleology mulai berkembang sejak Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengatakan bahwa Speleology merupakan suatu ilmu pengetahuan yang turut berperan dalam lingkungan hidup maupun konservasi.

Pada awal dekade 80an penelusuran gua dilakukan sebagai bagian dari berlatih menggunakan peralatan ascending dan descending di gua vertikal. Ini di dekat kawasan klub masing-masing. Ekspedisi Luweng Ombo membuat olahraga caving jadi dikenal luas karena  diterbitkan di harian terkemuka masa itu Kompas. Era 90 mulai penelusuran gua dengan kerjasama  cavers dan speleolog asing, terutama dari Inggris dan Perancis. Penelusuran merambah ke Sulawesi, Papua dan sampai sekarang sudah di seluruh Indonesia. Kini bahkan ada dua resor wisata gua, satu di Sukabumi dan lainnya di selatan Yogyakarta. (sho)

foto utama : Dokumentasi kegiatan simulasi MSE (Manusela Speleology Expedition) 2017 (dok.Ari Naldi)

Similar Posts