Kawasan karst memiliki potensi unik baik dari segi keanekaragaman hayati maupun sungai bawah tanahnya. Upaya perlindungan dan kawasan konservasi kawasan karst dapat dilakukan dengan mengembangkan keilmuan karst di Indonesia.

Pemetaan gua bisa menjadi bagian dari pengembangan keilmuan karst. Wujud gambaran atau proyeksi dua dimensi dalam skala yang lebih kecil berguna bagi penelusur lainnya untuk menemukan arah gua.

Menurut Ford (1976) dibutuhkan pengukuran garis gua menggunakan kompas, klinometer dan roll meter sebagai dasar aktivitas pemetaan gua.  Kegiatan pemetaan gua kini dipermudah dengan hadirnya aplikasi android yang menunjang kebutuhan para pembuat peta gua.

Umumnya, peta gua menggambarkan bentukan tampak atas (plan section), tampak samping (extended section) serta tampak proyeksi (projected section). Gambaran ini akan menunjukkan arah ataupun kondisi lorong dalam gua.

Adapun tingkat akurasi pemetaan dapat dilihat pada daftar berikut yang mendapat rekomendasi British Cave Research Association (BCRA) yaitu:

Grade 1: Hanya dengan membuat sket dengan akurasi rendah, tanpa membuat pengukuran

Grade 2: Digunakan jika diperlukan, untuk menggambarkan perantaraan dalam akurasi antara grade 1 dan grade 3.

Grade 3: Survei magnetik kasar, sudut horizontal dan sudut vertikal diukur dengan kesalahan ± 50cm, kesalahan posisi stasiun kurang dari 50cm

Grade 4: Dapat digunakan jika diperlukan untuk menggambarkan survey tidak sampai grade 5, tetapi lebih akurat daripada grade 3

Grade 5: Survey dengan peralatan magnetic, akurasi sudut horizontal dan vertikal ±1º. Akurasi pengukuran jarak ± 10 cm, kesalahan posisi stasiun kurang dari 10 cm

Grade X: Survey diutamakan menggunakan Theodolite sebagai pengganti kompas. atau peralatan non magnetis

Hasil dari pemetaan gua ini yang kemudian diolah menjadi gambar dua dimensi atau tiga dimensi. Peta gua ini yang digunakan sebagai penunjang kegiatan selanjutnya. Selain sebagai alat bantu bagi para peneliti untuk meneliti bio-speleologi, hidrologi, atau disiplin lain yang berkaitan dengan speleologi, peta gua juga berimanfaat untuk mencari hubungan atau korelasi dengan gua-gua di sekitarnya. (sho)

foto utama : Pemetaan Gua menggunakan distometer pengganti pita ukur (dok. div. Caving Mapala UI/Ari Naldi)

 

Similar Posts