Karst didefinisikan sebagai bentang alam khas batuan gamping yang terjadi akibat proses pelarutan pada suatu kawasan batuan karbonat atau batuan mudah larut sehingga menghasilkan bentukan permukaan bumi yang unik.

Kawasan karst memiliki batuan dasar yang mudah larut sehingga menimbulkan gua-gua bawah tanah berupa retakan dan celahan. Aliran air yang masuk membentuk sungai bawah tanah yang dapat digunakan sebagai sumber mata air jika debitnya mencukupi.

Heteropoda beroni, Laba-laba yang mudah ditemukan di gua

Dibalik bukit dan lembahan yang curam di permukaan bumi, terdapat sistem aliran air yang membentuk lorong bawah tanah. Sistem perairan bawah tanah unik dengan khasnya yang seolah menjadi muara bagi aliran-aliran air yang ‘hilang’ meresap kedalam tanah.

Lebih dari itu, karst tidak melulu soal batuan gamping dengan aliran air bawah tanah. Karst menyimpan kekayaan yang tersembunyi diantara celah-celah gua yang sempit yang jarang disambangi.

Ekosistem Karst kompleks dan keanekaragaman hayati yang tinggi. Dari hasil penelitian LIPI, didapatkan 100 spesies di kawasan gua. Dalam kurun waktu 16 tahun terakhir, 30 spesies langka ditemukan dengan tingkat endemisitas yang tinggi.

Keberadaan karst di Indonesia berpotensi besar. Penelitian kerap dilakukan oleh komunitas demi keberlangsungan karst serta perluasan manfaat. (sho)

Dokumentasi : Div. Caving Mapala UI (Tamara)

Similar Posts