syarat pemandu gunung IFMGA

JAKARTA – Bekerja di gunung, masuk kantor hanya saat cuaca baik, pulang mendaki selamat dan dibayar. Ini impian para pendaki gunung. Hanya sebagai pemandu gunung bekerja seperti itu bisa dicapai.

Jika mendaki di sekitar Indonesia, sertifikasi BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi) melalui kompetensi yang mengacu pada APGI (Asosiasi Pemandu Gunung Indonesia) cukup. Namun kalau mau membawa klien ke Alpen, Himalaya, dan gunung dunia lainnya, sertifikasi IFMGA (International Federation of Mountain Guide Association) yang lebih tepat.

Sertifikasi profesi menjadi nilai tambah dalam memenangkan persaingan. Resiko mendaki gunung bertebing dan diliput es salju umumnya lebih tinggi. Para klien akan menuntut jaminan dan sertifikasi IFMGA masih yang paling diakui. Ambil contoh saja di Amerika Serikat. Di negara ini wisatawan pendaki sangat besar, jika mengintip ke basecamp Everest klien dan pemandu dari Amerika Serikat, Kanada termasuk mudah dijumpai. Padahal dari uraian Lou Dzierzak, pada Gearjunkie.com, 26 Agustus 2016, jumlah pemandu bersertifikasi IFMGA di AS sekitar 100 saja.

Dzierzak mengambil contoh Kris Erickson, warga negara bagian Montana. Setelah 20 tahun memandu, Erickson memutuskan mengambil sertifikasi IFMGA. Menurut Erickson kebugaran dan kemampuan teknis baru dasar saja. Aplikasi keterampilan yang kompetensinya didapat melalui  biaya jutaan rupiah untuk pelatihan, perjalanan dan pengalaman sampai lima tahun. Klien pemandu gunung menurut Erickson membeli aplikasi keterampilan pemandu dengan jaminan keamanan.

Dzierzak juga mewawancari Jane Anderson, manjer program kepemanduan di American Mountain Guides Association. “Sertifikasi pemandu gunung sangat menantang dan membutuhkan komitmen serta dedikasi untuk meraihnya. Mendapat sertifikasi IFMGA melalui AMGA akan melewati tujuh pelatihan dan tiga ujian.”

Jika mengikuti seluruh proses akan memakan 90 hari kerja untuk pelatihan dan ujian. Namun, tanpa lathan, pendakian dan perjalanan ski tidak cukup untuk meraih pengetahuan yang dibutuhkan untuk lulus ujian AMGA. (ads/gearjunkie.com)

Berikut Program Kepemanduan AMGA:

syarat pemandu gunung IFMGA

Foto utama: Memandu pendaki di medan salju di Puncak Jaya, Papua, Indonesia. Kepemanduan membutuhkan teknik moving together dimana para pendaki saling terkait dengan tali tubuh. Lubang yang tertimbun salju disebut crevasse merupakan ancaman bagi pendaki dan harus diantisipasi para Pemadu Gunung (adiseno)

Similar Posts