JAKARTA – Keberadaan salju di daerah Khatulistiwa bukan lagi keanehan setelah dikonfirmasi para peneliti dan pendaki yang selalu menulis buku setelah menyaksikan langsung fenomena yang sempat dianggap aneh itu. Hasrat melihat langsung pasti timbul. Tak terkecuali bagi para peneliti yang memiliki rasa penasaran tinggi.

Desember 1971 serombongan peneliti sudah tiba di Irian. Mereka adalah Randell Champion sebagai pimpinan ekspedisi sekaligus surveyor, John Bennett seorang pendaki dan calon PhD bidang meteorologi, Dr. Jim Peterson ahli geologi, Geoff Hope yang botanikus juga sedang mempersiapkan PhD, serta seorang juru potret bernama Richard Migleton. Kelimanya tergabung dalam Carstensz Glacier Expedition (CGE) dari Monash University, Australia.

Penelitian utama mereka adalah mengenai penyelidikan terhadap glacier di Carstensz (glaciology), selain juga penyelidikan geologi, metereologi, gravitasi, botani, zoologi, pemetaan, dll. Para peneliti ini kembali melalui New Zealand Pass untuk mencapai Lembah Danau-Danau dan kemudian mendaki puncak-puncak bersalju di kawasan itu.

Tanpa disangka, dalam penelitian mereka bertemu dengan rombongan dari Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Indonesia (Mapala UI) yang melakukan pendakian untuk pertama kali ke kawasan ini pada Februari 1972. Pertemuan keduanya menjadi hal yang saling menguntungkan. Tim Mapala UI mendapat banyak info terutama soal jalur pendakian New Zealand Pass dan rintisan jalur salju yang sudah dibuat oleh tim CGE, sementara tim CGE sendiri mendapat teman sembari melakukan penelitian.

Tim CGE ini akhirnya mencapai puncak-puncak bersalju bersama anggota Mapala UI sambil tetap melakukan tugas utamanya untuk meneliti kawasan itu. (fir/ berbagai sumber)

Similar Posts