jalur besi pemanjatan

Via Ferrata Fiasco (II)

JAKARTA – Asal muasal via ferrata pada abad 19. Pegunungan Alp Dolomite berada diperbatasan antara sekarang Austria dan Italia. Dari dulu mereka saling waspada. Jika melancong ke Tyrol akan terlihat pada puncak-puncak bukit, dibangun kasti sekaligus benteng. Tidak cukup dengan itu, mereka membangun pos pengamatan di puncak-puncak gunung. Tentara yang bertugas dibantu dengan jalur besi agar bisa mengangkat alat perang mereka ke atas.

Jalur besi makin berkembang pada Perang Dunia II. Beberapa dibangun untuk pergerakan pasukan Itali maupun Prusia. Jelang Perang Dunia II pada 1930, perhimpunan pendaki Trento, Società degli alpinisti tridentini (SAT) bersama klub alpin Italia (Club Alpina Italia – CAI) mulai mengembangkan jalur besi untuk akses para pendaki pada kawasan yang populer di Brenta Dolomite.

jalur besi pemanjatan
Pembangunan via ferrata di kalangan panjat tebing telah menimbulkan pertentangan. (dok. Pribadi)

Jalur yang dibangun kala itu sampai kini masih populer. Via delle Bocchette – atau jalur celah gunung tinggi – demikian disebutnya. SAT dan CAI mengembangkan jalur dengan memasang alat bantu menambah ketinggian (climbing aid) dan pengaman. Mereka menyambung-sambung beberapa jalur pendakian hingga menjadi satu rute panjang.

SAT dan CAI membangun ini dengan etika.  Climbing aid diupayakan minimum, jalur sengaja tidak mencapai puncak gunung. Sekarang ini beberapa rancangan jalur besi masih mengikuti etika ini, hanya menyediakan jalur menuju ke puncak bukan sampai di puncak. Pendakian ke puncak adalah jatah mereka yang sanggup, para pendaki dan pemanjat tebing.

Esensi jalur besi yang lahir di Eropa sudah lebih seabad lalu adalah kabel baja yang mengiringi jalur pendakian atau pemanjatan. Di labuh ke tebing batu setiap tiga sampai 10 meter. Climbing aid kadang-kadang diimbuhkan pada jalur. Jadi, tidak selalu anak tangga besi (stempel) dipasang, kadang diberi pasak besi untuk pijakan, atau batu dipahat untuk pijakan, dan bisa saja memang susunan tangga serta jembatan besi dibangun. Namun esensi manjat, di mana pelaku masih bersentuhan dengan alam dipertahankan.

Jika melihat konstruksi yang sudah dibangun di Indonesia. Hampir semua tidak mengindahkan upaya agar pelancong jalur besi lebih mengandalkan panjat dan hanya memanfaatkan kabel pengaman. (adiseno)

Foto utama: Halaman muka Skywalker, komersial jalur besi perdana di Gunung Parang (www.skywalkerviaferrata.wix.com)

Similar Posts