canyoning di Indonesia

BATURRADEN – Sungai Pelus mengalir dari Gunung Slamet. Alirannya menggerus batuan beku. Jika menyusuri sungai baru tampak celah=celah dan batu masif yang kalah oleh derasnya air. Air terjun tinggi tidak terlihat dari setapak yang menyeberangi sungai. Canyoning lah jalannya untuk menikmati.

Membuat jalur canyoning tidak sesulit membuat jalur panjat. Jumlah pengaman cukup pada titik jangkar saja. Pengaman perantara sangat jarang dibutuhkan.

Pengaman yang  sedikit  setara dengan teknik penjelajahan. Pada canyoning, teknik rappel atau turun tali yang utama digunakan. Jika jaraknya tidak jauh dan tersedia kolam didasar, tinggal lompat menceburkan diri.

Canyoning di Sungai Pelus, Baturraden dibuat oleh pengelola Baturraden Adventure Forest. Sungai yang mengalir melalui fasilitas perkemahan. Jalan setapak menyusur sepanjang punggung pendamping sungai.

canyoning di Indonesia
Canyoning di Baturraden, Jawa Tengah. Tali pengaman dipasang dengan jangkar menggunakan bolt. (adiseno)

Jalur awal canyoning dibuat pada jalur setapak yang mendekati sungai. Titik masuk yang diawali dengan rappel. Kemudian jalan menyusur sungai hingga menjumpai deret air terjun. Pada setiap kepala air disediakan titik jangkar menggunakan bolt.

Penelusuran bervariasi. Dari datar berbatu hingga menyeberang genangan hingga mencapai dada. Dari  turun tali sepanjang 50meter sampai mengangkang diantara tebing batu.

Canyoning belum semarak di dunia petualangan Indonesia. Pertama hadir di Bali yang dikelola wiraswasta asing. Kemudian di Baturraden, dan di Buniayu pada wisata penelusuran gua.

Sebagai ajang merasakan basah, dingin dan turun tali, canyoning patut dicoba. Pelakunya berasal dari komunitas panjat tebing, caving yang banyak diantaranya bermula dari pendakian gunung. Seperti juga dunia asal canyoning, sistim pengaman sudah berkembang hingga risiko fatal menjadi kecil. (adiseno)

Foto utama: Air terjun medan tantangan sekaligus hiburan segar bagi pelaku canyoning. (dok. selamat riyadi)

Similar Posts