JAKARTA – Survival bukan tentang bertindak meniru apa yang dilakukan presenter acara televisi, atau meminum kencing sendiri, bahkan memakan tumbuhan yang ada di alam. Dikutip dari laman Outside Magazine, Wes Siler menulis tentang lima prinsip bertahan hidup ketika terjebak di luar rumah, khususnya ketika berada di alam bebas. Ia menulis sejumlah tips berdasarkan saran langsung dari Bear Grylls, petualang yang sekaligus menjadi presenter acara televisi tentang survival.

“Saya tidak akan mengatakan kepada anda tentang bagaimana membuat api dari dua kayu yang digesekkan bersamaan. Jika anda mengharapkan tentang kisah fantasi survival, ada banyak sekali TV show, buku, pisau dengan benang untuk memancing yang akan menyia-nyiakan waktu dan uang anda,” tegas Wes membuka tulisannya. Berikut lima prinsip bertahan hidup pada cuaca ekstrem.

Jangan Pernah Meninggalkan Rumah Tanpa Persiapan

Membaca cerita tentang survival, anda pasti membaca cerita tentang seseorang yang membuat sebuah kesalahan. Hampir selalu, kesalahan itu terjadi karena tidak mempersiapkan pada konsisi tersebut. Seperti cerita tentang seseorang yang terjebak di atas gunung karena diterpa hujan dan terpaksa harus meminum air kencingnya sendiri. Orang tersebut harus bertahan sembari mencari pertolongan dan meminum air kencingnya sendiri serta beberapa makanan yang ada di alam.

Kondisi ini terjadi karena orang tersebut tidak mempersiapkan skenario saat cuaca memburuk. Jalan paling mudah untuk menghindari kondisi tersebut adalah dengan mempersiapkan perjalanan menyesuaikan kondisi cuaca, serta segala resiko yang mungkin dihadapi. Pada kasus di atas, selimut darurat, beberapa wadah penuh air, serta makanan penambah energi dapat menghindarkan diri dari keadaan darurat.

Hal seperti ini dapat diaplikasikan terhadap segala skenario. Misalnya saat melakukan perjalanan ke hutan untuk berkemah. Pastikan anda memiliki pakaian yang cukup, peralatan untuk membuat tempat berlindung, dan alat untuk membuat api serta menampung hingga menjernihkan air. Dan jangan lupa, pengetahuan adalah alat survival paling efektif. Tak aka nada artinya semua peralatan canggih tanpa tahu cara untuk menggunakannya.

Cek Laporan Cuaca

Membaca laporan cuaca terlihat seperti sebuah hal yang umum dan kebanyakan orang melakukannya. Tapi, apakah anda mengerti bahwa semua data itu melebihi sekadar kesimpulan singkat? Pada daerah pedesaan, laporan cuaca dapat mencakup beberapa kilometer persegi pada daerah dan kondisi tertentu. Cuaca dan konsisi pada satu area pegunungan di sisi timur akan berbeada dengan sisi yang lain. Seperti diajarkan sewaktu sekolah menengah dulu, cuaca pasti meliputi satu luas daerah yang sempit dalam waktu yang singkat.

Ilustrasi-Ramalan-CuacaLaporan cuaca hanya sebuah informasi awal yang tersedia dan mudah didapat. Lebih dari itu, saat bepergian, anda harus mempelajari karakteristik daerah yang akan menjadi tempat bergiat, seperti misalnya formasi geologi kawasan serta apa saja yang ada di sana. Sehingga jika seandainya anda harus mengubah rencana karena menghindari keadaan darurat, anda akan mengetahui apa yang harus dilakukan. Semua informasi yang menyangkut tempat bergiat harus dikantongi sebelum bergiat di sana.

Satu tambahan yang akan sangat berguna adalah selalu mendengarkan laporan cuaca terbaru saat sedang bergiat. Caranya adalah memanfaatkan satelit radio yang tersedia hingga di hutan. Sehingga jika ada kemungkinan cuaca buruk, atau ada instruksi keselamatan dari otoritas setempat, anda akan mengetahuinya.

Mengabari Seseorang Sebelum Berangkat

Satu dari tiga saran yang juga disampaikan tokoh dalam film 127 Hours. Mengabari seseorang sebelum memulai perjalanan adalah hal krusial. Tak harus banyak satu orang, yang penting ada yang mengetahui bahwa anda sedang melakukan sebuah perjalanan. Katakanlah detail rencana perjalanan yang akan anda lakukan. Yang paling sederhana adalah tempat tujuan, durasi kegiatan, dan dengan siapa anda berada di sana. Informasi ini akan menjadi kunci jika ada sesuatu terjadi.

Sesuatu yang terjadi di laur rencana tidak melulu anda mengalami kecelakaan, seperti tersesat di gunung. Tetapi bisa juga menyangkut keselamatan anda dalam keadaan darurat. Saat sebuah gempa bumi, atau gunung meletus terjadi di tempat tujuan anda, informasi yang sudah anda sampaikan kepada seseorang tersebut akan menjadi penting dan menentukan hidup anda. Melalui informasi itu, orang yang anda kabari dapat melapor kepada petugas bahwa anda sedang berada di sana, dan dengan begitu tim penyelamat akan datang menyelamatkan anda.

Semakin detail informasi yang anda berikan, semakin berguna saat dibutuhkan. Misalnya hingga rencana yang akan anda lakukan manakala menghadapi kondisi darurat. Anda juga bisa menyertakan instruksi kepada orang yang anda beri informasi, seperti pihak mana yang harus dihubungi saat membutuhkan pertolongan.

Jadilah Konservatif

Wes Siler bertanya kepada Bear Grylls mengapa ia memberikan saran survival dengan cara yang ia sampaikan di televisi. Bear menjawab bahwa buku panduan survival sangat membosankan. Di dalamnya hanya berisi seseorang yang hanya diam di suatu tempat, tidak mengambil resiko, dan menunggu bantuan datang menjemput. Hal itu tidak akan menarik minat televisi.

Sesuai dengan apa yang diucapkan oleh Bear, untuk dapat bertahan berarti harus mengambil resiko, menjadi konservatif. Setiap hal pasti ada batasnya. Termasuk dengan kemampuan berdiam diri dan menunggu bantuan. Perbekalan, tenaga, dan peralatan. Tapi hal itu juga berlaku untuk cuaca ekstrem atau kondisi lain, pasti memiliki batas.

Berusaha secepat mungkin keluar dari kondisi survival adalah jalan terbaik. Resiko yang ada harus dihitung dan ditekan, tetapi tetap harus dihadapi. Tak ada cara lain. pun dengan hanya berdiam diri.

Gunakan Nalar Sederhana

Di dalam keadaan survival, saat hari sudah gelap, kedinginan, ketakutan, dan kesakitan, akan sangat sulit mengingat semua saran yang didapatkan dari membaca buku. Kondisi itu bukan sebuah sebuah keadaan yang ideal. Biasanya, meskipun bukan sesuatu yang besar, justru tindakan kecil dapat membunuh anda.

Seperti pendaki yang tersesat di Gunung Semeru dan mencoba mengirim pesan kepada keluarganya lalu mendapatkan pertolongan. Bisa saja hal itu sangat menolong. Sebuah tindakan sederhana yang hanya mengandalkan nalar sederhana.

Wes Siler menyarankan satu hal: saat hari sudah gelap, anda kedinginan, dan ketakutan, coba tarik nafas dalam, tenangkan diri, dan coba ingat peralatan apa yang Anda bawa, informasi apa yang Anda ingat dan rencana apa yang Anda buat, lalu bertanyalah pada diri Anda apa kemungkinan keputusan paling aman di dalam skenario itu. (fir/ sumber: Outside Magazine online)

Similar Posts